MUSYAWARAH UMUM WARGA (MUW) ISKA 17 – 19 Januari 2014

MUSYAWARAH UMUM WARGA ISKA XI

dilaksanakan 17 – 19 Januari 2014 di Pontianak, Kalbar

MUW XII 2014 PONTIANAK

MUW XII 2014 PONTIANAK

KATEDRAL PONTIANAK

KATEDRAL PONTIANAK

Puji dan syukur kita ucapkan atas suksesnya penyelenggaraan MUW XI di Pontianak pada tanggal 17 s/d 19 Januari 2014. Berbeda dengan MUW terdahulu, pada MUW kali ini ISKA Basis Surabaya hanya mengirimkan 1 orang delegasi. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada anggota ISKA Basis Surabaya maka selaku delegasi laporan perjalanan ini saya buat secara tertulis sebagai berikut :

Hari Pertama (Jumat, 17 Januari 2014)

–    Delegasi tiba di Pendopo Gubernuran Pk 16.00 WIB untuk persiapan misa pembukaan yang dipimpin oleh Uskup Pontianak Mgr Hironimus  Bunbun. Dalam homili yang diberikan oleh Kepala Komisi Kerawam KWI, Romo Hardjo menghimbau agar anggota ISKA memelihara status kesarjanaan dengan memberikan kontribusi yang dibutuhkan dalam pembangunan masyarakat dan gereja.
–    Pembukaan MUW XI dibuka dengan kata sambutan, berturut-turut oleh Ketua Panitia, Wakil dari Gubernur Kalbar, Korda ISKA Kalbar, dan Ketua Presidium ISKA Pusat.
–    Setelah acara ramah tamah dan makan malam, rombongan delegasi kembali ke hotel KINI untuk melanjutkan acara sidang MUW XI.
–    Sidang MUW XI dihadiri oleh 40 ISKA Basis dari 70 ISKA Basis yang resmi terdaftar di Pusat.
–    Pk 21.00 WIB, sidang di mulai dengan Agenda Pengesahan Tatib, Pengesahan Agenda Sidang, dan Pemilihan Pimpinan Sidang. Yang terpilih sebagai Pimpinan Sidang yaitu Bpk Agustinus (perwakilan ISKA Kalbar selaku tuan rumah) sebagai Ketua, Bpk Philip (perwakilan ISKA Sulsel) dan Bpk Prasetyo (perwakilan ISKA Pusat). Agenda sidang diakhiri  dengan pembagian Komisi yaitu Komisi A (Membahas tentang Penyempurnaan AD/ART), Komisi B (Membahas tentang Program ISKA), dan Komisi C (Membahas tentang Memorandum Kemasyarakatan). Delegasi ISKA Basis Surabaya sesuai dengan kompetensinya di bidang hukum memilih untuk masuk ke Komisi A.

Hari Kedua (Sabtu, 18 Januari 2014)

–    Setelah ibadat pagi dan makan pagi, Sidang MUW dilanjutkan mulai Pk 08.00 – 10.30 WIB, dengan Agenda Sidang Komisi A, B, dan C di ruang yang berbeda. Adapun hasil Sidang Komisi A yang terdiri dari kurang lebih 30 orang peserta adalah sebagai berikut :
    Penyempurnaan Anggaran Dasar ISKA dengan beberapa perubahan istilah dan perubahan bunyi Pasal, antara lain :
1.    Umat Kristiani diganti dengan Iman Katolik.
2.    Kata Sarjana/Cendikiawan tetap dipertahankan. Pertimbangannya adalah bahwa tidak semua sarjana adalah cendikiawan, tetapi seorang cendikiawan pasti tidak kalah dengan seorang sarjana bila dilihat dari sisi keilmuannya.
3.    Istilah Basis diganti dengan istilah Cabang, sehingga kepengurusannya disebut DPC (Dewan Pengurus Cabang).
4.    Istilah Koordinator Daerah diganti dengan istilah Dewan Pengurus Daerah (DPD), akan tetapi istilah Presidium Pusat tetap dipertahankan.
5.    Kata Etika Katolik diganti dengan Moral Katolik.
6.    Istilah MUW diganti dengan Munas (Musyawarah Umum Nasional).
7.    Kata Jakarta diganti dengan Ibukota Negara.
8.    Pasal 14 ditambah dengan kata kewenangan sehingga menjadi Tugas, Kewenangan dan Tanggung Jawab.
9.    Kepengurusan ISKA Cabang dan Daerah harus disahkan oleh Presidium Pusat dengan Surat Ketetapan.
    Oleh karena singkatnya waktu dan pembahasan yang cukup alot yang disebabkan oleh banyaknya anggota komisi, maka dibentuk tim 7 (tim kecil yang beranggotakan 7 orang delegasi) untuk melanjutkan penyempurnaan Anggaran Rumah Tangga ISKA pada malam harinya, dengan catatan ART tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar (agar ada sinkronisasi antara AD dengan ART).
    Pembahasan ART dilanjutan malam hari mulai Pk 23.00 – 01.00 dini hari. Adapun beberapa perubahan istilah dan beberapa perubahan bunyi Pasal dalam ART adalah sebagai berikut :
1.    Pasal 7 ayat 2 dihilangkan karena sudah diatur dalam Anggaran Dasar Pasal 9 ayat 2 tentang Kewajiban dan Hak Anggota Biasa.
2.    Pasal 9 ayat 3 tentang Keanggotaan yang diberhentikan dengan  hormat, dihilangkan karena sudah tidak relevan lagi dengan Ormas.
3.    Pasal 12 ayat 4 kata Bagian diganti dengan Pengurus, sehingga berbunyi  “tidak menjadi pengurus dari organisasi kekuatan sosial politik”, dan kata Birokrasi Pemerintah dihapus.
4.    Pasal 15 ayat 1 tentang 10 % iuran anggota selain disetorkan ke Bendahara Presidium Pusat, juga disetorkan ke Bendahara Dewan Pengurus Daerah.
5.    Pasal 15 ayat 2, angka 90 % berubah menjadi 80 %.
6.    Pasal 22 ayat 3 tentang Rapat Pengurus Cabang untuk mendengarkan pembelaan dihapus karena sudah diatur dalam Pasal 14. (bisa didonlot bagian akhir artikel ini)

–    Hasil kerja Komisi A, B, dan C dibacakan dalam Sidang Pleno, kemudian ditetapkan secara musyawarah dan mufakat untuk disahkan.
–    Agenda Sidang berakhir pk 12.30 WIB dan dilanjutkan dengan makan siang dan persiapan Seminar sesi I.
–    Seminar Nasional sesi I dengan tema “ Pluralisme Sebagai Nilai Kebangsaan” dimulai Pk 14.00 WIB, dengan Pembicara Bpk Zuhairi Misrawi, seorang tokoh cendikiawan muda NU dan Bpk Trias Kuncahyono, seorang jurnalis dan cendikiawan muda Katolik. Kedua Pembicara tersebut membahas tentang Pluralisme dari sudut pandang agamanya masing-masing dan menceritakan persamaan nilai-nilai agamanya disertai dengan pengalamannya masing-masing, yang berujung pada kesimpulan bahwa pluralisme dapat menjadi sarana untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur dalam kehidupan bangsa dan bernegara. Hal ini sesuai dengan tema yang pernah diusung oleh ISKA Pusat yaitu “Toleransi Tanpa Sekat “.
–    Setelah break istirahat, acara dilanjutkan dengan Seminar Nasional sesi II dengan Pembicara Menteri Perdagangan dan Industri, Bpk Gita Wiryawan. Sedangkan Bpk Sofyan Wanandi yang semula juga diundang sebagai pembicara berhalangan hadir karena sakit, sehingga digantikan oleh Bpk Adrianus (Bupati kabupaten Landak).
–    Menteri yang ikut dalam Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, dengan setengah berkampanye menyatakan bahwa seandainya terpilih sebagai Presiden maka beliau akan memberantas korupsi demi meningkatkan daya saing negara dengan cara salah satunya yaitu menambah jumlah penyidik KPK dari 100 orang menjadi 1000 orang penyidik, hal ini agar rasio penyidik dengan jumlah birokrat di pemerintahan lebih seimbang. Disamping itu selaku mantan pengusaha, beliau juga menekankan pada competitive advantage dengan memberikan contoh bahwa Indonesia juga pasti bisa memproduksi handphone dengan kualitas yang baik dan harga produksi yang lebih murah dari negara Cina asalkan didukung oleh pemerintahan yang bersih dan kabinet teknokrat yang efektif. Beliau juga menyoroti masalah rasio GINI yaitu kesenjangan ekonomi yang semakin tinggi serta perekonomian yang tidak berpihak kepada rakyat. Untuk itu pemerintah dalam hal ini perlu mengoptimalkan kebijakan fiskal dan moneter serta upaya meningkatkan kualitas SDM dalam menghadapi era globalisasi. Salah satu contoh upaya pemerintah saat ini adalah menerbitkan undang-undang tentang minerba (mineral dan batubara) yang baru yaitu adanya larangan ekspor untuk bahan mentah mineral hasil tambang. Selain itu kebijakan land reform juga sangat mendesak.
–    Agak berbeda dengan pandangan Menteri Perdagangan, Bpk Adrianus selaku Bupati Landak lebih menekankan pada comparative advantage, karena Indonesia adalah negara agraris. Sehingga dengan demikian kemandirian dan kedaulatan pangan harus diwujudkan tentunya dengan skala prioritas.
–    Acara MUW hari ke 2 dilanjutkan malam hari dengan agenda acara puncak yaitu Laporan Pertanggungjawaban Presidium Pusat ISKA periode 2011-2013. Laporan pertanggungjawaban secara apik dan terukur disampaikan  bergantian oleh Anggota Presidium, yaitu Bpk Muliawan Margadana selaku Ketua, Bpk Linus selaku Bendahara, Ibu Herlin Kleden dan Bpk Totok selaku Anggota. Adapun kemajuan yang dicapai oleh Kepengurusan ISKA Pusat periode saat ini dibandingkan periode sebelumnya antara lain yaitu :
1)    Adanya pembenahan administrasi dan pendaftaran.
2)    Sudah ada kantor sekretariat  tetap walaupun masih sewa.
3)    Aktifitas dan kegiatan Presidium Pusat yang diliput oleh media semakin meningkat baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Bisa dibuktikan lewat Google search ISKA.
4)    Acara seminar nasional dan internasional yang semakin meningkat
5)    Program kaderisasi dan pelatihan lewat pendidikan di Lemhanas. Hingga saat ini sudah ada 2 kader katolik yang lulus dengan prestasi yang memuaskan (salah satunya Sekjend ISKA Pusat Sdr Prasetyo), dan masih ada 2 kader lagi yang akan menyusul.
6)    Saldo Kas Presidium Pusat saat ini surplus kurang lebih Rp 114.000.000,- dibandingkan kepengurusan periode lalu yang hanya Rp 1.000.000,-
–    Laporan Pertanggungjawaban Presidium Pusat kali ini tidak dibagikan dalam bentuk hard copy kepada para delegasi, tetapi Presidium Pusat berjanji akan mengirimkan dalam bentuk soft copy lewat email.
–    Karena hasil Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) sangat memuaskan para delegasi, yang dibuktikan dari 40 ISKA Cabang yang hadir semua menerima LPJ dan hanya 1 ISKA Cabang yang menerima dengan catatan, akhirnya Bpk Muliawan Margadana terpilih kembali secara aklamasi dan beliau bersedia dengan syarat tetap dibantu  oleh Anggota Presidium yang lama.
–    Agenda terakhir yaitu ditetapkannya Sumatera Utara sebagai tempat penyelenggaraan MUNAS XII. Keputusan ini diambil setelah melalui loby yang cukup alot  yang akhirnya ISKA Cabang Sulsel dengan besar hati mengalah.
–    Hal penting yang perlu dicatat  dalam penyelenggaraan Sidang MUW XI kali ini adalah bahwa semua perbedaan pendapat diputuskan/diselesaikan dengan cara musyawarah dan mufakat. Hal ini memang diupayakan oleh Ketua Presidium Pusat untuk menghindari timbulnya perpecahan akibat ada pihak yang kalah dan yang menang jika keputusan diambil melalui mekanisme voting.

Hari Ketiga (Minggu, 19 Januari 2014)

–    Acara pada hari terakhir yang tidak kalah menarik adalah dialog dengan tokoh nasional yaitu Menteri Pertahanan, Bpk Purnomo Yusgiantoro. Dalam kesempatannya berbincang dengan para delegasi ISKA Cabang dan Daerah, Beliau sebagai Kader Katolik yang pernah mengenyam pendidikan di Lemhanas dan saat ini menjabat pula sebagai Wakil Direktur di Lemhanas menyampaikan hal-hal sebagai berikut :
1.    Pentingnya pendidikan di Lemhanas untuk suksesnya program kaderisasi tokoh katolik di tingkat nasional. Oleh sebab itu ISKA yang diberi jatah 2 kursi setiap angkatan diharapkan dapat memanfaatkannya secara maksimal.
2.    Pentingnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan khususnya yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pertahanan dan keamanan negara khususnya dari bahaya ancaman terorisme.
3.    Pentingnya meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan, salah satu contoh adalah Sekolah Taruna Nusantara yang telah dirintisnya dimana lulusannya banyak diminta sebagai pilot perusahaan penerbangan Nasional dan Internasional.
4.    Pentingnya koordinasi dan komunikasi antara KWI dengan para Uskup dalam menghadapi tahun politik ini agar kader-kader Katolik yang mencalonkan diri dalam pemilu legislatif semakin banyak yang berhasil terpilih dalam hal kuantitas dan kualitas. Hal ini karena Uskup di daerahlah yang lebih mengenal domba-dombanya.
5.    Pentingnya kesadaran kader Katolik tentang doktrin  “Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu tetapi tanyakan apa yang kau berikan kepada negara”.
6.    Dalam menanggapi salah satu pertanyaan delegasi ISKA, Bpk Purnomo Yusgiantoro menyatakan bahwa lebih tertarik menjadi Ketua Presidium ISKA daripada mengikuti Konvensi Calon Presiden, beliau lebih terpanggil untuk mengajar setelah tidak menjabat lagi.
–    MUW XI ditutup dengan misa penutupan oleh Romo Greg pada pukul 11.00 WIB, selanjutnya delegasi check out dari hotel dan persiapan untuk city tour.
–    Sekian laporan MUW XI di Pontianak dan sampai bertemu kembali dalam MUNAS XII di Sumatera Utara.

DOWNLOAD MATERI MATERI DALAM BENTUK PDF ==== KLIK DISINI

AD dan ART ISKA MUW XI di Pontianak  (BENTUK pdf) :

1. ANGGARAN DASAR (AD) : ==== KLIK DISINI

2. ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) : ====KLIK DISINI

 

About iskasurabaya09

social blog
This entry was posted in ARTIKEL and tagged , , . Bookmark the permalink.