Bersyukur senantiasa

“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.” (Pengkhotbah 3:1).

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” (Pengkhotbah 3:11).

Aku belajar bahwa aku tidak boleh selalu berhasil.
Ada kalanya aku harus gagal dan menangis
Karena kegagalan membuatku belajar hal yang baru.
Dan air mata membuatku semakin kuat dan berempati terhadap orang lain.

Aku belajar bahwa tidak apa-apa untuk merasa takut dan gentar
Bahkan sesekali merasa kuatir
Karena semuanya menyadarkanku
Bahwa aku tidak bisa hidup tanpa Tuhan dalam setiap langkahku.

Aku belajar bahwa mimpi adalah sebuah pengejaran
Dan proses adalah sebuah perjalanan
Terkadang aku jatuh, sesekali aku tersesat tak tahu arah
Tapi tangan Tuhan selalu mampu membawaku kembali
Dan jalanNya adalah yang terbaik.

Aku belajar bahwa jalan Tuhan tidak selalu lurus dan mulus
Ada batu-batu besar di sepanjang jalan
Tapi semua batu penghalang merupakan batu pijakan
Yang membantuku melompat lebih tinggi.

Aku belajar bahwa keinginanku tidak selalu dapat terpenuhi
Seberapa pun kerasnya aku berdoa
Aku berterima kasih atas doa-doa yang dijawab
Tapi lebih dari itu,
Aku mengucap syukur atas doa-doa yang tidak terjawab
Karena aku tahu, saat Allah tidak memberikan apa yang kuinginkan
Berarti Ia telah memberikan yang lebih baik dari apa yang kuharapkan.

HIDUP ADALAH SEBUAH PROSES BELAJAR, DAN RESPON KITA MERUPAKAN HASIL, TERIMA SEGAlA SESUATU DENGAN UCAPAN SYUKUR, Amien

About iskasurabaya09

social blog
This entry was posted in ARTIKEL and tagged , , . Bookmark the permalink.