ISNU

ISKA  HADIR  DI  ACARA  ISNU

Ytk Iskawan/Iskawati, salam damai dalam Kristus.

ISNU - ISKA

Berawal dari Email pemberitahuan yang dikirim oleh Sdr. Don Sisco (Wakil Sekjen ISKA Pusat) bahwa ISKA mendapat undangan dari PP Ikatan Sarjana NU (ISNU) untuk hadir dalam seminar nasional dalam tema “Membangun Mentalitas Kecerdasan dan Kejujuran Dalam Mengantar  Kemajuan Bangsa” hari Sabtu, 18 Pebruari 2012 di Universitas Darul Ulum (Unisda) Lamongan. Rencana awal yang sedianya undangan akan dihadiri oleh Bapak Muliawan (Ketua Presidium ISKA Pusat), karena beliau berhalangan akhirnya diwakili oleh Bapak Hendy Tedjonagoro (utusan ISKA Korda Jatim), Sdr Darmadji, S.Kom dan saya sendiri (utusan ISKA basis Surabaya).

Walau cuaca hujan, utusan tetap berangkat Pk 7.00 WIB agar terhindar dari macet yang umumnya sering terjadi pada seminar nasional yang dihadiri oleh Pejabat setingkat Ketua Lembaga Tinggi Negara.

Sebagaimana kebiasaan umumnya sarjana yang lebih mendahulukan rasio (akal budi), disamping pepatah juga mengatakan “ Malu Bertanya Sesat di Jalan” , kami  menghubungi kenalan di Lamongan agar bersedia sebagai penunjuk jalan. Puji Tuhan, Bapak Bruno dari Stasi St Yusuf Lamongan bersama 2 orang rekannya bersedia membantu mengantarkan kami hingga sampai di tempat acara tepat waktu yang ternyata Unisda letaknya terpencil 7 Km dari Kota Lamongan ke arah Babat.. Tanpa kesulitan kami mendapatkan tempat parkir di halaman gedung kampus Unisda. Seandainya kami terlambat 5 menit saja, maka jalan masuk menuju kampus ditutup oleh petugas, karena halaman kampus diperuntukan untuk rombongan  mobil pejabat sehingga mobil  undangan terpaksa harus parkir di jalan raya.

Awalnya kami ragu, jika para pejabat yang diundang sebagai pembicara akan hadir semua, tapi diluar dugaan Ketua Mahkamah Konstitusi (Bapak Mahfud MD), Ketua DPR RI (Bapak Marzuki Ali) dan Menteri Pendidikan (Bapak Muh. Nuh) bersedia hadir di kampus yang terpencil ini. (yang mungkin lebih kecil jika dibandingkan dengan Kampus Unika Darma Cendika). Dalam hati kami kagum dengan jaringan yang dimiliki Panitia dan salut kepada Pejabat Negara yang bersedia hadir di tempat yang kurang representatif untuk ukuran seminar nasional. Apakah ini mungkin karena peran para ulama NU?? Wallahualam, kata saudara-saudara kita yang muslim.

Ada kesan panitia kurang persiapan untuk menyambut tamu undangan, pusat perhatian sepertinya hanya mengarah kepada keamanan para Pejabat yang akan hadir, tidak ada buku tamu atau sekedar sambutan basa-basi sebagaimana layaknya tuan rumah. Bahkan panitia lupa mempersilahkan kami untuk menikmati coffee morning yang sudah disediakan, hingga akhirnya salah satu rekan kami yang belum sempat sarapan akhirnya membeli Soto Ayam Lamongan di luar kampus untuk sekedar mengisi perutnya yang sedang lapar. Padahal masing-masing kami sudah memakai Pin ISKA agar dikenal sebagai saudara-saudara dari Ikatan Sarjana Katolik. Maklumlah …… mungkin karena ini kongres pertama sejak ISNU berdiri 12 tahun yang lalu.

Dalam ruang seminar yang masih sepi, kami memilih baris depan sayap kanan dengan pertimbangan agar mudah untuk mengambil foto  dan lebih mudah terlihat jika ingin menunjuk tangan untuk bertanya.

Acara  yang sedianya dalam jadwal dibuka Pk 8.30 WIB, baru dimulai Pk 9.30 WIB diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan doa oleh  Ustad Selebritis, sambutan dari Ketua Panitia, sambutan Ketua PC ISNU, sambutan Ketua PP ISNU, sambutan Wakil Ketua PPNU, sambutan Wakil Gubernur Jawa Timur (Bapak Saifullah Yusuf), dan akhirnya seminar baru dimulai Pk 11.00 WIB pada saat para pembicara hadir lengkap. Ruang seminar  yang tadinya hanya berkapasitas maksimal 150 kursi akhirnya penuh sesak oleh tamu undangan dan peserta kongres yang melebihi kapasitas, sehingga banyak yang tidak mendapatkan tempat duduk.

Acara seminar sesi pertama dipandu oleh moderator Bapak Kacung Marijan (dosen Fisip Unair), dengan tiga pembicara yaitu Ketua Mahkamah Konstitusi (Bapak Mahfud MD), Ketua DPR RI (Bapak Marzuki Ali) dan Menteri Pendidikan (Bapak Muh. Nuh). Dalam paparan para pembicara, Pak Mahfud antara lain menekankan bahwa system negara Demokrasi dengan segala konsekwensinya, merupakan pilihan yang terbaik saat ini diantara pilihan system yang ada; Bapak Marzuki Ali lebih melihat  dari sisi system politik. Beliau mengusulkan agar seluruh dana kampanye dibiayai oleh anggaran negara untuk menghindari Money Politics, sedangkan Bapak M.Nuh lebih melihat dari sisi pendidikan dalam mengatasi persoalan korupsi yang ada. Kualitas para sarjana harus ditingkatkan dengan cara menulis jurnal sebagai salah satu syarat kelulusan. Beliau merasa ironis dan heran dengan adanya resistensi dari kalangan perguruan tinggi yang seharusnya ikut meningkatkan minat para sarjana dalam menulis.  (Untuk rangkuman materi seminar selengkapnya  ditulis oleh Bpk Hendy).

Setelah sesi tanya jawab selesai tanpa mendapatkan kesempatan bertanya bagi utusan ISKA, seminar dihentikan  untuk ISHOMA. Karena pertimbangan ada rekan  yang tugas pelayanan sore hari dan untuk menghemat  waktu akhirnya kami putuskan untuk santap siang bersama di luar dengan menu hidangan khas soto Lamongan di Warung Asri 2 rekomendasi dari Sdr. Bruno, yang menurut beliau lebih nikmat dari Warung Asri 1 yang terkenal itu. Segera setelah mengantar pulang Sdr. Bruno kami pulang dengan selamat dan tiba di Surabaya sebelum pk.16.00.

FX. Soenaryo

About iskasurabaya09

social blog
This entry was posted in ARTIKEL and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s