SYUKURAN IJ KASIMO

SEMINAR DAN SYUKURAN IJ KASIMO SEBAGAI PAHLAWAN NASIONAL

Misa dan Seminar di Universitas Katolik Widya Mandala

Organisasi Kategorial (Orka) dan Organisasi Massa (Ormas) Katolik di Jawa Timur akan menyelenggarakan syukuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi Bapak Ignatius Josef Kasimo Hendrowahyono (I.J. Kasimo). Acara adiadakan Senin, 6 Februari 2012, jam 17.00 sampai 21.00 Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Jalan Dinoyo 42-44, Surabaya.

Penyelenggara acara ini beberapa Orka dan Ormas Katolik, antara lain Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI), Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Universitas Katolik Dharma Cendika (UKDC), Ikatan Sarjana Katolik (Iska), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Pemuda Katolik (PK), Presidium Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Pemuda Katolik, dan Komisi Kerawam Keuskupan Surabaya.

Syukuran itu terdiri dari dua acara. Acara yang pertama, dimulai jam 17.00, adalah Misa Syukur di Kapel Lantai 1 UKWMS yang akan dipimpin Uskup Surabaya, Mgr Vinsensius Sutikno Wisaksono. Misa Syukur ini akan diikuti oleh umat Katolik Keuskupan Surabaya. Misa syukur ini merupakan pernyataan rasa syukur umat Katolik yang dianugerahi oleh negara sebagai pahlawan nasional.

Acara yang kedua, dimulai jam 18.30, adalah Seminar Nasional bertajuk “Memperkuat Karakter Bangsa,” yang menghadirkan dua pembicara: Prof Dr J Kristiadi dan Dr Yudi Latif, bertempat di Auditorium Gedung Benediktus Lantai 4, UKWMS. Seminar nasional ini terbuka untuk umum. Penyelenggara mengundang peserta dari beberapa kalangan dan ormas. Diharapkan pesertanya sekitar 250 orang.

Untuk informasi, IJ Kasimo dianugerahi pahlawan nasional oleh pemerintah pada 10 November 2011 lalu. IJ Kasimo lahir di Yogyakarta pada 1900, dan wafat pada 1986. IJ Kasimo adalah salah seorang pelopor kemerdekaan Indonesia. IJ Kasimo adalah salah seorang pendiri Partai Politik Katolik Indonesia. IJ Kasimo pernah menjadi menteri setelah Indonesia merdeka.

====NOTULENSI=====

Pembicara ke 1 : J Kristiadi, juga Ketua Panitia Pengusul IJ Kasimo sebagai Pahlawan Nasional.

Pembicara ke 2 : Yudi Latif

Tema : Memperkuat Karakter Bangsa.

Tempat : Unika Widya Mandala Surabaya

Acara dibuka dengan Ujud Syukur IJ Kasimo sebagai Pahlawan Nasional mellaui Misa Kudus oleh : Mgr Vincentius Sutikno Wisaksana dan dilanjutkan seminar yang dibuka oleh : Rektor Unika Widya Mandala, Surabaya, Prof. Ami Soewandi.

Notulensi Pembicara J Kristiadi :

Politik ditinjau dari bahasa alm. IJ Kasimo, adalah  Politik itu mulia, Politik untuk kesejahteraan masyarakat;

bandingkan dengan bahasa Yudi Latif, bahwa Politik itu tempat orang mewakafkan.

 

Pekerjaan tertua adalah : Politik, Politik dan Politik (kata Uskup Mgr. Sutikno).

 

Kenyataan sekarang jauh dari sempurna/ironis.

 

Bangsa-bangsa ini sekarang mau dipersatukan dengan 1 negara.

Apa ikatannya ? Untuk mencapai kebahagiaan selamanya !

 

Karakter apa yang jadi landasan untuk hidup bahagia ?

Karakter bangsa kita sendiri ada banyak, seperti Batak (seperti mau makan “orang”), orang Jawa “menghambat” pembangunan, dll.

 

Ketika kita mau membangun negara, harus ada system membagi kekuasaan, itu muncul godaan menguasai kekuasaan, sehingga para elit politik menghalalkan segala cara memanfaatkan celah kelemahan sehingga bangsa ini terjebak pada persoalan bangsa yang primodial dll.

 

Sejarah panjang menjadi modal bangsa ini, rajutan percampuran etnis, dan percampuran berbagai agama dalam keluarga. Walaupun majoritasnya beragama Islam, tapi tidak minta agamanya menjadi satu-satunya agama di sini.

 

Sikap JUJUR ini diperlukan sebagai karakter bangsa agar bisa melihat dirinya, seperti alm. Pahlawan Nasional IJ Kasimo yang jujur melihat politik bukan tempat mencari makan(pekerjaan), tapi untuk kesejahteraan orang banyak.

 

Pancasila selama ini lebih banyak dimanfaatkan untuk meraih kekuasaan, Pancasila selalu ditatarkan diseminarkan, tapi tidak dilaksanakan.

 

Karena itu Negara tidak diikuti karakter bangsa ini, dihancurkan oleh Instansi-instansi Publik, dan sarana Publik.

 

Ada 2(dua) kekuatan : Putih yg membangun karakter bangsa dan hitam yang menguasai pusat kekuasaan untuk dirinya dan bukan untuk kesejahteraan masyarakat.

 

Ada 2(dua) jalan utama yaitu :

  1. atur sumber-sumber kekuasaan yang merusak karakter, politik uang ditekan sedini mungkin. Krisis pada negara pada kondisi tidak ada niat menyelesaikan masalah yang ada. …..

 

  1. Pendidikan untuk jangka panjang. Mendidik tapi menanamkan nilai.

Memberi keteladan, ini akan lahir karakter bangsa masa depan.

 

Disini sudah biasa kemungkaran. Seperti contohnya kejadian  mencontek massal di Surabaya, dll.

 

Karakter bangsa tidak cukup diomongkan, tapi perlu bergerak. Yang dimaksud berkarakter seperti Anak muda dapat membedahkan ini baik atau buruk !!!, Tapi lihatlah Tidak sëperti PMKRI tidak lagi 2 tapi 3 ?!?

 

Notulensi Pembicara: Yudi Latief.

Masyarakat tahu kejadian pejalan kali ditabrak mati di Tugu tani. Di Tugu Tani ada tulisan “Bangsa Besar adalah Bangsa menghargai jasa para pahlawan.

 

Bapak IJ Kasimo, adalah Pahlawan Nasional.

 

Siapapun beliau mempunyai nama besar kalau bisa berada dipersilangan jalur kemajemukan. Dari namanya Perpaduan Barat dan jawa. Joseph Kasimo.

 

Ia juga perpaduan ecclesia dengan patria.

 

Kasimo keturunan kepriayian, lepas dari egaliterian, dia mewariskan karakter bangsa ini.

 

Ke 3 karakter :

1. KeTuhanan, Ekspresi membuka diri untuk yang lain.  Membuka diri bagi agama yang lain,  berKetuhanan yang terbuka bagi yang lain. Seperti kesediaan bekerja sama dengan para tokoh Masyumi, contohnya mencarikan rumah seorang teman Masyumi, dll.

 

2. Karakter kekeluargaan.  Mencari pertautan dan mencari persamaan. Bung Karno ini negara satu untuk semua dan semua untuk satu.

Bukan hanya majoritas yang perlu menjadi dasar, tapi keterwakili semua orang untuk bersama-sama dalam semua bangsa. Ada mata air untuk bangsa ini, seperti batik yg berbagai corak dari Indonesia. Bercorak 33 propinsi ini. Walaupun sudah ada kekeluargaan dan menjaga persatuan, tidaklah cukup hanya itu karena karakter bangsa ini perlu .

 

3. Keadilan kesejahteraan bagi orang lain, keadilan sosial bagi rakyat Indonesia. Rumusan dlm pembukaan UUD 1945, …….

 

 

Tanya jawab :

J Kristiadi.:

–    Yudi Latief, tokoh muda tokoh cak nur. ( Kata J Kristiadi) dia toleransi tinggi.

 

–    Kalau keadilan sosial dilakukan oleh peran negara, maka akan kuat karakter bangsa.

 

–    Nafsu berkuasa, itu tidak bisa dikendalikan dengan omongan, akal sehat. Katolik agamanya tapi tidak kristiani.Coba lihat pada Sumber sumber kekuasaan, tapi tempat terjadi pembusukan karakter bangsa ini.

 

Di mana yang harus dipotong agar tidak berlanjut pembusukan karakter bangsa ? Buat aturan-aturan yang membatasi aliran keuangan. Kenyataan yang ada tidak ada niat. Politik harus dibangun opini kekuasaan di luar Negara.

 

Upaya yang harus dilakukan adalah “Lakukan Judicial review, dan bangun kekuatan ini dengan menjalin kekuatan dalam fokus yang sama.”

 

Elit saat ini mengutamakan kebenaran omongannya yang benar.

Bagaimana sebenarnya itu harus disusupkan dalam semua mata pelajaran!

 

Apakah kita sudah pantas jadi teladan ? Pada seorang disekitar kita. Lahirkan kekuatan masyarakat untuk menekan nafsu yang merusak karakter bangsa.

 

Yudi latif menjawab :

Politk Identitas di Indonesia untuk tetap memilih bangunan Nasional bukan basis agama, lahir jaman baru. Ketegangan diantara agama sudah sangat berkurang, ini jauh lebih baik dibanding sebelum tahun 1970-an

 

Lahir ideologi baru, tidak seperti sekarang Pemimpin bermental jelata.

 

Paham fairness. Ada 3 jurusan:

1.  menyatakan maaf, seperti adanya kumpulan anak keturunan Alm. Aidit, anak keturunan Alm. Kartosuwiryo, dll;

2.  perlu keadilan distrubutif.;

  1. perlu keadilan komutatif, harga jual semurah-murahnya dan beli semahal-mahalnya !? Produsen jual murah konsumen beli mahal ?!

 

Jarak upah yang begitu lebar?!!! Bagaimana fairness masa depan bisa di bangun?!

 

Primordial sudah reda, seperti PDS (Partai Dari Surga), mengayomi warga Muslim, PKS siap bangun gereja di Lampung, AHOK menjadi Bupati Belitung Timur yang Kristiani, juga Tionghoa lagi. Di sana dulu basisnya PBB.

 

Sekarang ini jadi orang baik sulit karena medannya becek dan busuk lagi. Tapi yang pasti jangan mandi lumpur busuk, kalau terkena cipratan itu sudah biasa. Solusinya “Rawat terus rajutan sosial kita agar modal sosial mengkoreksi diri kita sendiri

 

=By RP=

 

About iskasurabaya09

social blog
This entry was posted in ARTIKEL and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s