PERLUKAH IMAN ITU RASIONAL

Notulensi Dialog terbuka

“PERLUKAH IMAN ITU RASIONAL ?

Pembicara :
–    Prof Dr. FX Armada, CM ( Filsuf);
–    Prof Dr.  H. Pidyarto, O. Carm(Teolog).
Moderator : Dra. M. Yovita R. Pandin , M.M.
Venue : Gedung Srijaya Lt. 6
Tanggal : Minggu, 4 Desember 2011
Waktu  : 10.00 WIB – 12.00 WIB

Pemateri 1 :
By : Prof Dr.  H. Pidyarto, O. Carm(Teolog).

Teologi = ilmu tentang Allah. Dalam pemakaian Teologi adalah suatu refleksi dng hubungan Allah. Segala pemikiran kritis tentang Allah. Siapa yang mengerti iman kepercayaan. Ini proses berteologi.
Suatu ilmu harus kritis, punya metoda yang valid. Untuk mencapai pengetahuan tertentu. Menghasilkan gambaran yang logis dan teratur.

Rm Rafael, ketua Panitia Dialog terbuka ini, mengatakan Fides Queren Intelektum = Iman Mencari pengetahuan.

Anggapan masyarakat : Iman itu bodoh, Hanya iman yang sah. Fideisme, Yang penting percaya. Dan Intelektum tidak pakai Iman.

Harus dicari keseimbangan. Teologi dipelajari bagi orang yg sudah percaya.
Pelajari karena ingin tahu. Jadi di outsider.

Percaya dulu baru berpikir. Tidak mungkin percaya tanpa mengimani. Iman mencari pengertian. Untuk mencapai penghayatan. Jadi orang tidak mudah pindah agama.

Alasan belajar Teologi: saya mau tahu keimanan saya.

Animal re rational. Itulah kita yg berbeda dng binatang.
Pemimpin yang pakai akal budi. Karena saya punya akal budi. Ini anugerah Tuhan.

Dasar berteologi:
1.    Kitab Suci, apa yg mau dikata Allah_kpd kita. Wahyu dari Allah_.
2. Tradisi Gereja, sudah ada sebelum perkarmen, hanya diterima  dihayati, Magisterium/memutuskan yg sebenarnya ada Sabda Tuhan.
3.  Ajaran Bapa-bapa gereja.
– Seorang Teolog Katolik akan mempelajari hal ini.
4. Ajaran Magisterium;

Berteologi harus menyertakan kehidupan gereja, melihat kenyataan dan tidak boleh diawang-awang.

Inilah kurang lebih sumber teologi.

Menurut Paus Yoh. Paulus II: kita punya 2 sayap ;
1. Iman dan 2. Akal budi.

Sebenarnya tidak perlu pertengkaran atau dipertengkarkan.

Pemateri 2 :
Rm Prof DR FX Armada, CM ( Filsuf)
Untuk apa punya sayap. Supaya bisa terbang. Maksudnya manuasia itu bisa mengatasi keterbatasanya dalam relasi yg mendalam dengan Tuhan. Menyatu dalam refleksi menghayati keagungan dengan Tuhan.  Lihatlah Nabi Musa. Beriman seperti MUSA. (Musa Filosof mnt Rm Armada karena Musa bertanya pada saat akan ditunjuk memimpin bangsa Israel : Siapakah namaMu Tuhan?)

Apa yg dimaksud?
Iman = Relasiku dengan Tuhan.(Jika hanya mengucapkan syahadat belum lengkap)

Rational : aktifitas akal budi (bukan melamun, makan dsb,) itu berpikir.

Manusia= animale rationale.

Coba anda berpikir ? Buktinya, tidak melamun, berpikir = bertanya.
Bahwa anda jika ingin memiliki relasi yang mendalam dng Kristus, maka anda akan bertanya.

Contohlah Ayub, bertanya Tuhan, bahwa saya sudah tidak cacad melayani Engkau Tuhan, tapi kenapa Kau ambil anakku, hartaku, bahkan dirikupun digerogoti sakit.

Bandingkan dengan keadaan : Tidak seperti menabung di Bank, maka akan menikmati Hasilnya.

Jadi dalam berlogika tidak boleh disempitkan pada logika manusia.

Perlu solider kepada manusia yang kurang, maka akan meningkatkan hubungan dengan Tuhan.

Moderator : Dra. M. Yovita R. Pandin , M.M.
Fides et Ratio = 14 Sept 1948, ensiklik Paus. Paulus II, Tentang Nihilisme dan Rasionalisme yang ditolak oleh Gereja.

Tanggapan : Pemateri 1
Nihilisme= nihil, (latin= bukan apa2), menafikan /membuat tidak ada kebenaran dogmatik agama. Konsekuensinya orang tsb mencari dng akal budi, akan menabrak kebenaran yg baku.

Ateis =menjurus kepercayaan.

Nihilisme (nikilis)=melakukan sesuatu tujuan dng konsep yg sama sekali beda/salah.

Relative= tidak ada kebenaran relatif, kebenaran mutlak, kebenaran itu menunjukkan kpd sesuatu. Selalu merujuk pada etika bukan dogma.

Teologi kebenaran Iman

Tentang selera tidak perlu diperdebatkan. Relatifisme.

Nihilisme percaya tidak ada Kebenaran. Ini ditolak oleh Gereja.

Knp ? Krn kita dikaruniahi akal budi.

Nihilsme = Paus, artikan kebenaran selalu berubah, krn akan mencapai pada kebenaran itu sendiri.

Aliran ini seperti tidak masuk akal. Eq. Kawin koq seumur hidup. Mk mereka setuju kawin kontrak.

Eq. Putri kasih, kaul yg perlu diperbaharuhi.
Eklektisme= jalan pikiran sederhana dng beriman cari enaknya sendiri, disebutkan melakukan penggabungan kebenaran2 yg mnt enaknya sendiri, Dia katolik tapi ikut Umrah,  di India makin di sungai Gangga.

Tanggapan Pemateri 2 :
Relasi dng Tuhan , koq malah mau relasi dng diri sendiri. Ujung-ujungnya relasi diri sendiri yg rapuh.

New age=gerakan abad baru ( Rm. Handoko, pakarnya) mengacaukan cara hidup beriman. Rm Armada, kalau new age dalam musik, lukisan jadi Indah, tapi kalau dalam Iman. Jadi kacau.  Tuhan menciptakan Iman tidak dng software.

Rahmat itu mesti melewati sarana konkrit.
Eklektisme=campursari asal ambil tanpa kesatuan.
New age, ditolak ajaran Gereja, krn campur campur ajaran gereja.
Akal budi dibatasi keterbatasannya akan misteri Allah. Iman kita bukan hasil akal budi. Perlu Teologi berlutut yaitu berdoa.
Tidak mungkin sampai tuntas pada akhirnya itu soal Iman.

(notulen by RP)

About iskasurabaya09

social blog
This entry was posted in fokat JANUARI 2012 and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s