pernyataan sikap ISKA

Salam Sejahtera,

Menyikapi, kasus bom bunuh diri di lingkungan Gereja Bethel Injil Sepuluh (GBIS), Kepunton Solo, pada hari Minggu, 25 September 2011 pukul 10.55 WIB, Presidium Pusat – Ikatan Sarjana Katolik Indonesia menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut (terlampir)

PERNYATAAN SIKAP PRESIDIUM PUSAT IKATAN SARJANA KATOLIK INDONESIA
(PP ISKA)
***
PEMBOMAN TEMPAT IBADAH ADALAH PERBUATAN KEJI DAN TIDAK BERPERIKEMANUSIAAN

Atas kasus ledakan bom bunuh diri yang terjadi di lingkungan Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo,

1. Pertama-tama, keluarga besar Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (PP ISKA) menghaturkan turut berdukacita dan berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban yang meninggal dalam peristiwa peledakan bom di lingkungan Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo. Kami juga menyampaikan keprihatinan mendalam kepada para korban luka berat dan mendoakan agar mereka segera dipulihkan kesehatannya.

2. Kedua, kami mengecam keras tindakan pemboman yang dilakukan di saat saudara-saudara kami dari Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS) melaksanakan kegiatan peribadatannya. Hal ini mengingatkan kita kembali pada peristiwa pemboman tempat ibadah yang terjadi dalam kurun 1 tahun terkahir ini, di antaranya rencana pemboman di Gereja Katolik Kristus Raja Solo pada Desember 2010 lalu dan pemboman masjid Polresta Cirebon pada April 2011 lalu. Peristiwa-peristiwa ini jelas
menunjukkan kepada kita, mengenai tidak adanya jaminan KEAMANAN BERIBADAH bagi pemeluk agama dan kepercayaan sebagaimana dijamin di dalam UUD 1945.

3. Ketiga, kami mendesak pemerintah Indonesia memberikan perhatian
yang sangat besar atas kasus pemboman tempat ibadah ini, dengan
memerintahkan jajaran aparatnya untuk dapat mengusut tuntas dan
menangkap seluruh pihak yang bertanggung jawab terhadap peristiwa
tersebut. Pemerintah sebagai pemegang mandat rakyat, haruslah mampu
menjalankan nilai-nilai luhur bangsa dalam Pancasila, di mana saat ini
pemerintah dinilai banyak mengalami kegagalan karena tidak cukup
menaruh perhatian pada hal-hal mendasar, melainkan hanya disibukkan
dengan issue-issue politik elite.

4. Keempat, berkaitan dengan rentetan peristiwa aksi kekerasan berbau
SARA akhir-akhir ini, seperti adanya kasus kecelakaan lalu lintas yang
dalam waktu sekejap menjelma menjadi kasus SARA di Ambon, disusul
kasus kriminal yang kemudian beralih menjadi kasus SARA di makasar dan
kasus pembakaran pintu gereja di Poso, seolah2 menunjukkan kepada kita
adanya upaya yang dilakukan secara SISTEMATIS untuk merusak
sendi-sendi kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Oleh
karenanya kami mendesak agar aparat keamanan mampu meningkatkan upaya
pendeteksian dini atas upaya perusakan tersebut, yang saat ini dinilai
sangat lemah.

5. Kelima, kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia, baik kiranya
untuk tetap membangun kewaspadaan akan adanya kemungkinan kejadian
serupa di kemudian hari, dan menghimbau agar tidak ikut memperkeruh
suasana dengan membuat praduga-praduga yang justru hanya akan
mengembangkan rasa saling curiga dan adanya sikap saling tidak percaya
di dalam masyarakat.


Sekretariat
Ikatan Sarjana Katolik Indonesia

Don Sisco

Jl. Sutan Syahrir No 1C/6 Jakarta, 10350

Http://www.iska-web.org


Sekretariat
Ikatan Sarjana Katolik Indonesia

Don Sisco

Jl. Sutan Syahrir No 1C/6 Jakarta, 10350

Http://www.iska-web.org

About iskasurabaya09

social blog
This entry was posted in ARTIKEL and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s