Penyuluhan Hukum

PERSOALAN HUKUM KLIEN

Berbagai persoalan hukum dapat kita hindari jika kita “TIDAK BUTA HUKUM”,  untuk itu kami memandang penting  untuk mengulas Persoalan Hukum dari klien yang hadir meminta bantuan di Kantor Konsultasi Hukum ISKA. ( nama dan identitas bukan nama yang sebenarnya dan tidak menunjuk pada suatu pihak tertentu) . Di harapkan dengan membaca ulasan ini kita tidak  tersandung dalam perkara yang sama.

 

Kasus Posisi :

–          Meme, KTP 11 1111 333333 0001, Kampar V / 13 RT 001 / 001  Surabaya dan  Koko, ber KTP di Mangga empat Blok O /333 Jakarta;

Kasus klien menikah secara adat dengan perayaan tahun 1995  dan dikaruniai dua anak yang lahir tahun 1995 dan 1997. Tahun 1998 anak2 dibabtis di Gereja Katolik Surabaya.

Meme dan Koko tidak dapat dinikahkan oleh Kantor Catatan Sipil sebab Meme adalah saudara angkat  dari Koko.

Ibu kandung Koko bercerai dengan ayah kandungnya. Koko ikut ayahnya, dan ibunya menikah lagi. Ibunya tidak memiliki anak dengan ayah tiri Koko lalu mengangkat anak Meme ini (secara hukum). Sehingga dalam dokumen yang mereka punyai terdapat nama Ibu yang sama  sebagai orang tua mereka !

 

Prioritas Permasalahan hukum yang ditanyakan klien:

Klien memiliki rumah bersama yang di atas namakan Koko. Apakah kedua anaknya berhak atas rumah tersebut? Atau ibu kandung Meme yang lebih berhak?

Jawaban : Hubungan Hukum dari anak-anak yang dilahirkan dari “”tidak adanya Pencatatan Perkawinan yang sah oleh Kantor Catatan Sipil “ menyebabkan anak anak yang dilahirkan hanya punya hubungan hukum dengan ibunya saja.!! Apalagi ditengarai bahwa mereka tidak dapat dinikahkan secara hukum Perkawinan karena berdasarkan dokumen terungkap di antara mereka merupakan saudara semenda satu Ibu.  Mereka mengaku pada awalnya tidak mengetahui keterpautan data sebelum mereka jatuh cinta dan memutusakan untuk menikah secara adat.

 

Solusi yang mungkin dapat dipilih diantaranya, agar anak anak mereka dapat memiliki rumah “”orang tuanya”tersebut, diantaranya  :

è      Bisa ditempuh pengalihan hak atas rumah tersebut lewat “jual beli” dan balik nama ke “anak atau ke istri” karena menurut hukum bukan jual-beli diantara”suami isteri,  dan ini ditempuh agar mereka dapat memberikan hartanya untuk anak-anak biologisnya dan menghindari tuntutan pihak kerabat derajat 1 atau derajat selanjutnya dari pihak saudara Koko.

è      Pengangkatan anak (biologis/kandung mereka) : tidak  dibolehkan secara hukum bagi anak yang dilahirkan dari perkawinan yang dilarang, karena diantara orang tua mereka berdasarkan dokumen merupakan saudara semenda.

 

Dasar hukum :

Catatan: Ketentuan-ketentuan perkawinan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan perkawinan yang diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata dan dalam peraturan-peraturan lain,( oleh Pasal 66 UU No. 1 Tahun 1974 dinyatakan tidak berlaku lagi, sejauh telah diatur dalam UU No. 1 Tahun 1974 tentang Pokok Perkawinan).

1.         Menurut UUPerkawinan Perkawinan dilarang dalam  Pasal 8 mengatur sbb :

Perkawinan dilarang antara dua orang yang:

a. berhubungan darah dalam garis keturunan lurus kebawah ataupun keatas;

b. berhubungan darah dalam garis keturunan menyamping yaitu antara saudara, antara seorang dengan saudara orang tua dan antara seorang dengan saudara neneknya;

c. berhubungan semenda, yaitu mertua, anak tiri menantu dan ibu/bapak tiri;

d. berhubungan susuan, yaitu orang tua susuan, anak susuan, saudara susuan dan bibi/paman susuan;

e. berhubungan saudara dengan isteri atau sebagai bibi atau kemenakan dari isteri, dalam hal seorang suami beristeri lebih dari seorang;

f. mempunyai hubungan yang oleh agamanya atau peraturan lain yang berlaku, dilarang kawin.

2 . Asal-keturunan anak-anak sah dibuktikan dengan akta-akta kelahiran yang didaftarkan dalam daftardaftar  catatan sipil. (BS. 34.) Bila tidak ada akta demikian, cukuplah bila seorang anak telah mempunyai kedudukan tak terganggu sebagai anak sah. (KUHPerd. 13, 101, 286; BS. 37.)

 

3.   Kekeluargaan semenda adalah suatu pertalian kekeluargaan karena perkawinan, yaitu pertalian antara salah seorang dari suami-istri dan keluarga sedarah dari pihak lain. Antara keluarga sedarah pihak suami dan keluarga sedarah pihak istri dan sebaliknya tidak ada kekeluargaan semenda. (KUHPerd. 30 dst., 322, 376.)

 

4. Derajat kekeluargaan semenda dihitung dengan cara yang sama seperti cara menghitung derajat kekeluargaan sedarah. (KUHPerd. 293.)

 

5. Dengan terjadinya suatu perceraian, kekeluargaan semenda antara salah satu dari suami-istri dan  para keluarga sedarah dari pihak yang lain tidak dihapuskan. (KUHPerd. 30 dst., 199, 322-2, 323.)

 

TIPS- LEGAL ADVISE :

1.       Hendaknya surat kelahiran merupakan dokumen penting yang perlu diurus dan di pahami silsilah keluarga.

2.       Akibat mengabaikan hal ini akan merugikan kepentingan bagi anak-anak yang akan dilahirkan dari perkawinan mereka. Pada gilirannya anak anak biologis mereka akan tidak dapat mengurus surat kelahiran dengan baik dan wajar sehingga akan timbul kekacauan tentang status hukum mereka dan kerugihan yang sangat besar dalam masa depan anak anak tersebut.

3.       Jika pelanggaran ini terjadi juga akan diringi munculnya persoalan non hukum, diantaranya mereka akan tertekan akan anggapan masyarakat dan kerabat yang mengetahui persoalan ini.

About iskasurabaya09

social blog
This entry was posted in ARTIKEL, FOKAT JANUARI 2011 and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s