spiritualitas diri

MASA INTROSPEKSI :

MENEROPONG SPIRITUALITAS DIRI SEPANJANG TAHUN 2010-2011

Oleh : Yuyun Yuniati (anggota ISKA Surabaya)

Tahun Baru 2011 baru saja kita lewati. Berbagai pesta meriah diadakan untuk menyambut  tahun baru dengan harapan dapat memberikan hidup yang lebih baik. Kita seolah-olah tenggelam dalam gegap gempitanya pesta yang meriah tanpa menyadari bahwa sebenarnya setiap pergantian tahun harus melakukan koreksi diri terhadap apa yang telah kita lakukan sebelumnya. Apakah benar tahun ini akan dapat dilewati dengan baik tanpa adanya perubahan sikap positif dari setiap insan manusia.

Sebagai makhluk bumi yang diberikan kekuasaan penuh dalam mengatur alam, maka saat-saat ini dapat dikatakan tingkat spiritualisme kita sedang diuji. Dalam keterlambatan untuk menyadari maka harapan terhadap tidak terjadinya pemusnahan bumi harus selalu ada. Ketika prediksi-prediksi sudah ditawarkan, ketika peringatan-peringatan sudah diberikan, maka seharusnya kita mempersiapkan diri di tengah-tengah peluang kita yang semakin sempit ini.

Kepentingan-kepentingan diri dan keserakahan menjadi satu-satunya penyebab utama dan selalu saja ada beribu-ribu alasan yang dikemukakan sebagai pembenaran. Bukankah tidak mungkin mengembalikan keadaaan alam yang telah (sengaja) dirusak selama beratus-ratus tahun dalam sekejap saja ? Jika pun kita menyadari saat inilah perubahan sikap harus dimulai. Apa yang bisa diperbuat dalam tahun ini. Meskipun demikian, peluang sekecil apapun harus tetap digunakan sebaik mungkin.

Sebagai dasar untuk melakukan perubahan sikap adalah meningkatkan kesadaran spiritual. Karena bagaimanapun, tanpa kesadaran spiritual sebenarnya kita tidak pernah melakukan apa-apa. Sebuah kesadaran spiritual harus segera dibangun untuk menghindari kerusakan bumi dan pemusnahan spesies secara global. Semua peristiwa-peristiwa dan bencana yang lalu  membuktikan betapa kita telah gagal untuk menjaga dan menyelamatkan bumi ini. Hal-hal yang akan mengakibatkan semakin buruknya kondisi lingkungan harus segera dihentikan.

Menunggu dengan pasif apa yang akan terjadi nanti bukanlah suatu tindakan yang bijaksana. Sikap acuh tak acuh dan membentengi diri dengan ego yang tinggi justru akan membuat keadaan semakin parah. Refleksi spiritualisme ditunjukkan melalui sikap menerima bahwa apa yang sedang terjadi ini merupakan akibat dari sikap meremehkan individu terhadap lingkungan sekitar. Segala gambaran dan perkiraan tentang apa yang akan terjadi harus menjadi inspirasi untuk meningkatkan spiritualisme kita kepada  Allah kita Yesus Kristus Sang Maha Pengasih Pencipta Alam Semesta mulai hari ini dan terus menerus hingga dunia berakhir nanti. Meningkatkan spritulisme berarti menyadari keselarasan dalam setiap kehidupan dan melakukan tindakan yang bertujuan untuk membangun keharmonisan lingkungan. Dan yang terpenting adalah menyadari bahwa kita terikat interaksi dengan sistem-sistem lain yang ada di bumi ini. Sebuah perbuatan akan mempengaruhi hasil atau akibat lainnya. Dengan mengubah paradigma dalam kesadaran spiritualisme kita, maka pada saat waktunya tiba, ketika semua akan terbukti dan ketika kita dihadapkan pada sebuah peristiwa yang tidak pernah kita bayangkan semula, sebagai salah satu makhluk yang menghuni bumi ini kita telah siap menghadapi apapun yang akan terjadi.

Waktu (time) adalah komponen penting yang akan habis dan tidak kembali sehingga kita dalam menggunakannya perlu memakai kesadaran spiritualitas diri secara bersama-sama (sharing together) dalam kegiatan sosial dan jejaring sosial yang terfokus pada hakekat kita bagian dari Makhluk ciptaan Allah kita. Mari lestarikan Alam yang kita huni agar menjadi ruang nyaman bagi peradapan manusia. Amin

About iskasurabaya09

social blog
This entry was posted in ARTIKEL and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s