ceng beng

SEMBAHYANGAN “CENG – BENG“

Apakah orang Katolik boleh mengikuti upacara sembahyangan “ Ceng Beng “?
Tergantung dari pengertian “ Sembahyangan Ceng Beng “ :
– Kalau Ceng Beng benar-benar dipahami sebagai suatu kesempatan untuk mendoakan orang yang telah meninggal di kuburan dan bukan suatu ibadat agama lain, boleh – boleh saja. Itupun hendaknya dengan menggunakan cara berdoa Katolik, misalnya doa Bapa Kami, Salam Maria dsb;
– Akan tetapi, kalau Ceng Beng mempuyai arti lebih dari itu, mengandung paham – paham lain yang tidak sesuai dengan ajaran Katolik, janganlah kita ikuti.
Di Keuskupan Malang misalnya, setiap tanggal 2 November diadakan misa arwah dimakam dengan maksud supaya orang Katolik tidak merasa perlu mendoakan orang – orang yang telah meninggal pada hari Ceng Beng. Dengan demikian orang Katolik tidak perlu mengikuti upacara adat yang seringkali bukan soal adat semata, melainkan sudah bercampur dengan kepercayaan dan paham – paham agama tertentu.
(Antonius Rusbani, dari buku 5 umat Bertanya Rm Pid menjawab ).

About iskasurabaya09

social blog
This entry was posted in ARTIKEL, fokat Maret 2010 and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s