APOLOGETIKA (1)

Apologetika

oleh : dr. PY Kusuma T, SpOG (K)

PENDAHULUAN

Apologetika dapat diartikan sebagai konsep mempertahankan kebenaran sebuah ajaran atau pendapat. sehingga dapat diartikan sebagai pemahaman atau penjelasan atas kebenaran sebuah ajaran ataupendapat. Dalam hal ini terkait dengan dogma atau doktrin atau ajaran gereja Katolik.

Masih banyak orang non Kristiani maupun Kristiani non Katolik yang mempertanyakan kebenaran suatu dogma atau doktrin atau bahkan kebiasaan ritual dalam Agama Katolik.

Apakah mempunyai dasar Alkitabnya.

POKOK BAHASAN

1. Jumlah kitab / surat dalam Alkitab.

2. Salib ( dengan corpus )

3. Tujuh sakramen

4. Kristen Katolik vs Kristen Protestan (Sola Scriptura, Sola Gratia, Sola Fides)

5. Cara Baptis Katolik tidak sah ?

6. Ekaristi: Berhala ?

7. Doa arwah: Apa dasar Alkitabnya ?

8. Selibat bertentangan dengan kodrat manusia ?

Kedelapan pokok bahasan di atas untuk kelas Misi Evangelisasi. Sedangkan tujuh pokok bahasan berikutnya adalahuntuk kelas Pemuridan.

9 Ada keselamatan di luar gereja ?

10 Api pencucian.

11. Paus, Uskup sebagai pimpinan gereja.

12. Apakah pengakuan dosa itu Alkitabiah ?

13, Kebangkitan dan pengangkatan.

14. Kiamat / Akhir zaman

15. Yesus manusia biasa ?

16. Lain-lain.

URAIAN SINGKAT POKOK BAHASAN.


1. JUMLAH KITAB DI DALAM ALKITAB.

Seringkali muncul pertanyaan: Berapa jumlah kitab di dalam Alkitab ? Mengapa ada perbedaan antara Kristen Protestan dan Kristen Katolik ?

Jawab.: Alkitab yang digunakan Gereja Kristen Katolik terdiri dari : 39 kitab dalam Peljanjian Lama. 7 kitab dalam Deuterokanonik. 27 kitab dalam Perjanjian Baru Sehingga seluruhnya berjumlah 73 kitab.

Alkitab yang digunakan Gereja Krtisten Protestan terdiri dari 39 kitab dalam PeIjanjian Lama dan 27 kitab dalam Perjanjian Baru. Mereka tidak memasukkan Deuterokanonik sebagai bagian dari Alkitab.

Perbedaan itu berdasarkan atas sejarah penetapan kanon. Kanon berarti “batang ge1agah“.

Dalam perkembangannya berarti juga “tongkat pengukur”, akhirnya mendapat arti kiasan, yaitu “pedoman”atau “norma”. Kini pengertian kanon Alkitab adalah semua kitab yang diakui Gereja sebagai kitab yang diwahyukan oleh Allah.

SEJARAH SINGKAT KANON ALKITAB.

Kitab- kitab dalam Perjanjian Lama (PL) sudah ada sebelum zaman kehadiran Yesus.

Kira-kira 250 tahun sebelum Kristus, PL yang dipakai gereja zaman para rasul adalah PL dalam bahasa Yunani, dikenal sebagai Septuaginta. Septuaginta ini dipakai oleh orang orang Yahudi yang berbahasa Yunani, Septuaginta ini “lebih tebal” dari PL dalam bahasa Ibrani. Didalam Septuaginta inilah terdapat ketujuh kitab yang disebut Deuterokanonik.

Bangsa Yahudi pada tahun 90 – 100 menetapkan kanon kitab suei mengikuti sekolah agama Yahudi yang mengikuti aliran Faris! di Yamna, dalam bahasa Ibrani. Pada akhir abad kedua atau awal abad ketiga, keputusan Yarnna itu diterima semua orang Yahudi.

Gereja Katolik menetapkan kanon Alkitab padakonsili Trente, pada 8-April 1546, mengingat banyak gereja loka:l- dalam persatuan dengan dan ketaatan kepada < gereja Roma- mengakui deuterokarronik sebagai bagian dari PL. Sesuai dengan Septuagtnta.

Gereja Reformasi yang diawali Martin Luther. Awalnya menolak Deuterokanonik dan empat kitab PB., yaitu Surat kepada orang-orang Ibrani, Surat Yakobus, Surat Yudas dan Wahyu kepada Yohane~. Barn setelah melalui tiga kali «Confessio”, pada tahun 1648 mereka menerima ke 27 kitab sebagai PB. Sedangkan Deuterokanonik di tolak.

Jadi bukan masalah Gereja Katolik menambah jumlah kitab dalam Alkitab, atau Gereja Reformasi mengurangi jumah kitab dalam Alkitab, melainkan sebagai keputusan menetapkan mana kitab yang diterima sebagai wahyli Allah.

2. SALlB DENGAN TUBUH YESUS TERGANTUNG (CORPUS CHRISTI).

Umat Katolik dituduh menyembah patung, karena salib yang digunakan ada area Yesus yang tergantung.

Perlu diingat bahwa salib (saja) ditemukanjuga di luar agama dan tradisi Kristen. Mereka menggunakan salib sebagai simbol kosmis, jagat raya Salib. juga sebagai simbol kehidupan. Keduanya sudah ada jauh sebelum kekristenan.

Penolakan Gereja Protestan terhadap salib dengan area Yesus, berdasarkan pertimbangan Kel 20: 4-5: ” Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi dibawah, atau yang ada di dalam air di bawah.), bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu Yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya …..” dan Ul.5 : 8-9 (persis sama dengan Kel 20:4-5 )

Sedangkan salib yang digunakan umat Katolik, area Yesus yang merupakan peringatan akan Yesus yang menderita dan wafat untuk menebus dosa umat manusia. Yang ditonjolkan adalah Yesus yang menderita dan wafat di salib. Yesus yang wafat untuk menebus dosa umat manusia. Bukan salibnya saja yang ditonjolkan, melainkan seutuhnya: Yesus yang disalib. Atau salib dimana Yesus tergantung dan wafat. Jadi bukan menyembah patung yang terbuat dari kayu / tanah liat, melainkan memvisualisasi peristiwa penebusan dosa umat manusia oleh Yesus yang disaIib,

3. TUJUH SAKRAMEN.

Pengertian sakramen dapat dikatakan sebagai kejadian dimana Tuhan hadir dan rahmat Tuhan mengalir.

Tidak semua peristiwa dikategorikan sebagai sakramen, melainkan yang ditafsirkan sebagai perintah Yesus Kristus / Allah sendiri menurut Alkitab; Ada tanda lahiriah yang tampak dan memberi kasih karunia / rahmat (yang tak kelihatan) yang menyertai.

Menurut beberapa penulis, umat Kristen non Katolik mempunyai dua sakramen saja, yaitu sakramen Baptis dan sakrarnen Perjamuan Kudus.

Memang benar, istilah sakramen tidak ditemukan di dalam Alkitab, namun peristiwanya, ajarannya ada ! Bandingkan dengan istilah Tritunggal (Trinitas) yang istilahnya tidak ada dalam Kitab Suci, namun ajarannya jelas sekali ada.

Ketujuh sakramen itu mengikuti peristiwa-peristiwa penting dalam hidup siklus manusia.

Sejak lahir sampai meninggal dunia.

Sakrarnen Baptis : Jelas Yesus sendiri yang memerintahkan (Mat.28: 19,Yoh3:22-23 .) Sakramen penguatan / Krisma: jelas ditunjukkan oleh Petrus.( Kis.8:d14-l6). Sakramen Ekaristi : Yesus sendiri yang memberi contoh pada perjamuan malam, dan memerintahkan untuk melakukannya (Mat.26:26-28, Mrk.14:22-25, Luk22:17-20) Sakramen perkawinan : Jelas dikatakan oleh Yesus : Apa yang dipersatukan oleh Tuhan tidak boleh dipisahkan oleh manusia. (Mat.l9:5-6, Ef5:22-33 ) Sakramen Imamat : Yesus sendiri berkata: ikutlah Aku(Mat.4:18-22, Yoh.12:26.); Bukan kamu yang memilih Aku melainkan Akulah yang memilih kamu.(Yoh.15:16 ). Yesus menghembusi lalu berkata…(Yoh.20:21-22 ) Sakramen tobat : Yesus sendiri beikata : Apa yang kamu ikat di bumi, terikat di sorga, Apa yang kamu lepaskan di bumi terlepas di sorga (Mat.l6:19, 18:18 ). Lebih jelas lagi :

Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni..(Yoh.20::22-23 )

Sakramen perminyakan / orang sakit : Sangat banyak teladan Yesus menyembuhkan orang sakit. Baca juga Yak.5:14-15. Mrk 6: 131

4. GEREJA KRISTEN KALOTIK VS KRISTEN PROTESTAN.

Kristen Protestan muncul setelah reformasi yang diawali oleh Martin Luther pada abad ke XVI. Beberapa perbedaan yang menyolok dan prinsip adalah :

a. Sola Scriptura . Kristen Protestan hanya menerima Alkitab sebagai wahyu Allah.

Sedangkan Kristen Katolik menerima Alkitab dan tradisi. Perhatikan ayat- ayat berikut ini: Kis.2:42; 1Kor.15: 3; 2Tes.2:15 (ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik itu secara lisan maupuh secara tertulis.) 1 Kor. 11:12; 1 Tes.2:13;

2Tim.2:2; 2Ptr.3: 1-3;

b. Sola Gratia. Kristen Protestan : Keselamatan hanya karena belas kasih Allah.

Sedangkan Kristen Kato1ik: Di samping belas kasih Allah, ada perbuatan atau jasa manusia turut menentukan kese1amatan

c. Sola Fides: Gereja Kristen Protestan: Manusia dibenarkan hanya karena iman saja Kata “saja” ditambahkan pada surat Rasu1 Paulus kepada umat di Roma.

Rm. 3:28.:” ..Manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.” Sedangkan Kristen Katolik, di samping iman, ada perbuatan / tindakan sebagai bukti beriman. Yak2:14-18, 24.” Apa gunanya …ia mempunyai iman, padaha1 ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia ? .. ..Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati…. Jadi . .manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, bukan hanya karena iman.” Rm.2: 6-13:” Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuIiaan, kehormatan dan ketidak binasaan. Tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri…” Demikian pula Mat. 7:21-23. dan Mat.25:31-46.

5. CARA BAPTIS GEREJA KATOLIK TIDAK SAH?

Baptis di gereja Katolik diperciki / dialirkan air di dahi, bukan ditenggelamkan. Menurut Gereja Kristen Protestan, baptis yang benar dan sah adalah yang ditenggelamkan/diselam.

Hal itu didasarkan atas ayat: Mat.3::16:” Sesudah dibaptis, Yesus keluar dari air ..” Karena Yesus dibaptis di sungai Yordan, maka disimpulkan pasti ditenggelamkan / diselam. Padahal tidak ada penje1asan bagaimana Yesus dibaptis,

Ibr. 6: 1- :” ..Marilah kita tinggalkan azas-azas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan 1agi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia dan dasar kepercayaan kepada Allah, yaitu ajaran tentang pelbagai baptisan…..” Jadi tidak perlu di  perdebatkan cara pembaptisan, melainkan perkembangan sesudah dibaptis !

6. EKARISTI : BERHALA ?

Ada kritik terhadap ekaristi : Kanon 6 menetapkan bahwa umat Katolik harus menyembah dan memuja hosti dan berlutut. Mereka juga mengaraknya dalam prosesi dan setiap orang berlutut clan menyembah hosti yang telah menjadi “Yesus ” mereka. Bukan saja orang Katolik membuat “patung” yang menyerupai roti kecil, lalu memakannya dan menyembah roti kecil itu. SeIuruh praktek itu dilarang Tuhan. Yesus sudah berada di seoelah kanan Allah Bapa. Dia adalah Allah sendiri. Dia Mahahadir. Yesus pasti tidak mungkin dibatasi di dalam hosti kecil tipis Jawaban:

Kutipan di atas tentang Iarangan membuat patung dan menyembahnya terdapat di dalam kitab Kel, 20:4-5 . Kalau hosti itu hanya roti biasa lalu disembah, memang itu berhala.Umat Katolik percaya bahwa roti yang sudah dikonsekrasi itu adalah tubuh dan darah Yesus Kristus sendiri. Bukan hanya simbol belaka. Hal ini sesuai dengan sabda Yesus sendiri pada perjamuan malam terakhir :”Kemudian Ia mengambil cawan, mengucap syukur, lalu berkata:Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu… Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kataNya : lnilah tubuhKu yang diserahkan bagi kamu, perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku. Demikian juga dibuatnya dengan cawan sesudah makan;  Ia berkata:

Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darahKu, yang ditumpahkan bagi kamu.

(Luk.22:14-20) Di dalam Injil Matius tertulis: “Arnbillah dan makanlah, inilah tubuhKu…Minumlah kamu semua dari cawan ini. Sebab inilah darahKu darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.”

Jadi jelas sekali bahwa roti itu adalah tubuh Yesus sendiri, anggur itu darah Yesus sendiri. Yesuspun berkata: “lakukanlah ini sebagai peringatan akan Daku.” Ini harus ditafsirkan sebagai perintah Yesus sendiri.

Selanjutnya kita baca di dalam 1 Kor.l1:26-27: ” Setiap kali kamu makan roti ini dan minun cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. Jadi barang siapa dengan cara yang tidak Iayak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan .”Jadi menghormati dan menyembah tubuh dan darah Yesus sendiri adalah suatu perbuatan yang layak. ..

Para rasul dan murid Yesus, melanjutkan perintah Yesus itu, seperti tertulis di dalam Kis.2: 42:” mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.”. Bahkan jelas sekali memecah roti di lakukan saat berkumpul dan berdoa ! Inilah juga yang dilakukan oIeh umat Kristen Katolik , dibungkus di dalam ritual: misa !

Di dalam Yoh.6:54 tertulis:” Barang’ siapa makan dagingKu dan Minum darahKu , ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.”

Jadi Ekaristi bukan berhala, melainkan taat akan perintah Tuhan Yesus sendiri, yang menjanjikan keselamatan .Ekaristi digandeng dengan ibadat sabda menjadi Misa.

7. DOA ARWAH: APA DASAR ALKITABNYA?

Kristen Protestan berpendapat bahwa nasib seseorang yang meninggal ditentukan imannya selama hidup dan menjelang kematiannya, seperti kedua penjahat yang disalib bersama Yesus. Yang satu percaya akan Yesus, dia dijanjikan akan berada di sorga bersama Yesus. Jadi tidak ditentukan oleh perbuatannya (Sola fide), dan tidak bisa dibantu oleh orang. lain yang masih hidup. Tidak ada ayat dalam Alkitab yang membenarkan doa bagi orang mati.

Gereja Katolik mendoakan orang yang sudah mati, dengan mengacu pada 2 Makabe 12:38-45  Diceriterakan bagaimana pada tentara Yahudi yang tewas dalam perang suci yang dipimpin oleh Yudas Makabe itu kedapatan memiliki jimat dari berhala kota Yamnia di bawah jubahnya. lni bertentangan dengan hukum Taurat Dosa itulah yang meriyebabkan kematian tnereka. Karena itu mereka berdoa bagi arwah yang meninggal, semoga dosa yang telah dilakukan itu dihapus semuanya ( ayat 42). Juga mereka mengumpulkan dana dan mengirim ke Yerusalem agar dipersembahkan korban penghapus dosa. ( ayat 43 ).

Dalam Sir. 7:33 dikatakan:” Haruslah kemurahan hatimu meliputi semua orang yang hidup, tetapi orang matipun jangan kau kecualikan pula dari kerelaanmu.”

Sayangnya kedua ayat tersebut di atas terdapat di Deuterokanonik, yang tidak di terima sebagai bagian dalam Alkitab mereka.

Tetapi jangan lupa, di dalam kitab Neh.9:2 tertulis:” Keturunan orang Israel memisahkan diri dari semua orang asing, lalu berdiri di tempatnya dan mengaku dosa mereka dan kesalahan nenek moyang mereka”. Berarti memohon pengampunan atas dosa (=kesalahan) nenek moyang yang sudah meninggal !

Dengan demikian, kita yang masih hidup dan beriman kepada Tuhan Yesus, justru mempunyai tugas mendoakan orang yang sudah meninggal, terlepas apakah dia sudah berada di sorga atau masih di api pencucian atau di neraka yang adalah urusan Tuhan.

8. SELIBAT BERTENTANGAN DENGAN KODRAT?

Benar bahwa di dalam Kitab Kejadian tertulis :”Beranak cuculah dan bertambah banyak; Penuhilah bumi dan taklukkanlah itu..” (Kej.l:28) Ini menjadi kodrat, manusia yang diberi mandat melanjutkan prokreasi melalui system reproduksi manusia.

Tetapi ada juga ayat yang khusus ditujukan dengan maksud tertentu, seperti yang dapat dibaca di dalam Mat. 19: 12 :” Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya. Dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain. Dan ada yang membuat dirinya demikiankarena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga . Siapa yang dapat mengerti, hendaklah ia mengerti.”

Dengan demikian, para biarawan , biarawati, para imam / pastor tidak melanggar kodrat, karena mereka menjalani hidup selibat untuk kepentingan Kerajaan Sorga. Bersyukurlah umat Katolik karena ada yang mengerti sabda Tuhan Yesus itu dan mau menjalaninya, yaitu para Biarawan dan Biarawati.

About iskasurabaya09

social blog
This entry was posted in ARTIKEL, fokat FEBRUARI 2010 and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s