Kiat Menulis

REPORTASE   27-09-2009

BERBAGI  KESUKSESAN – KIAT-KIAT CARA MENULIS

Oleh : Romo TondoP1030866

10 Hal penting di dalam Persiapan yang perlu dilakukan dalam menulis suatu buku-artikel, diantaranya harus suka :
1. peka dalam suatu gagasan atas suatu topic atau issue.
2. mendengarkan cerita atau dongeng.
3. suka bergaul, ber-relasi untuk siap menerima masukan-masukan dari masyarakat.
4. membaca berbagai jenis buku sebagai reaksi dari pandangan-pandangan masyarakat.
5. Korban waktu untuk membiasakan menulis buku dengan bangun pagi mulai jam 4.00 setiap hari melakukan aktitifitas pada point-point tersebut.
6. Siap menulis sampai 6 atau 7 kali dirobek untuk diperbaiki tulisan yang dimaksud. Juga ketika siap menulis kapanpun, misalnya waktu dalam perjalanan, di dalam mobil harus menyediakan kertas dan langsung menulis gagasan atau ide tersebut.
Sampai ada seorang Romo dari Palangkaraya bertanya pada sekretaris saya : Bagaimana caranya bisa menulis seperti Romo Tondo ? Tentunya menunjuk poin-point di atas diantaranya bisakah bangun pagi mulai jam 4.00 pagi setiap hari melakukan aktifitas tersebut ?
Setelah itu tahapan tersulit dari bagian membuat buku adalah finishing buku, dalam mewujudkan suatu buku :
7. Menyediakan dana – biaya untuk penerbitan buku atau.
8. Butuh relasi dengan penerbit.
9. Butuh relasi dengan bagian sirkulasi dan penjualan buku.
10. Jangan asal tulis lihatlah kebutuhan, tulis yang unik yang diluar belum ada.
Prestasi buku yang sudah ditulis oleh Romo Tondo : sudah membuat ke 79 buku, walaupun Romo Tondowidjojo baru saja berulang tahun yang ke 75.

Romo Tondo ini lebih suka menulis buku yang seperti apa sebagai wujud buah pikiran ?

Macam-macam buku yang sudah ditulis Romo Tondo yang sedapatkannya tidak menulis buku tentang agama, tetapi menulis buku berdasarkan kebutuhan masyarakat, antara lain : mengenai buku sejarah yang juga ditulisnya sudah ada 18 Jilid, per jilidnya 500 halaman dalam  bahasa Indonesia dan sebagian Bahasa Inggris, yang tersimpan misalnya di Negeri Belanda- Leiden dan di Amerika serikat sejak kurang lebih 10 tahun yang lalu.

Juga buku popular, diantaranya Buku mengenai “Sukses sebagaimana sebagai Guru yang sukses” sudah cetakan yang ke 13 tentang Petunjuk keutamaan Guru, juga tulisannya buku dengan topic mengenai Musik, yaitu teknik fokal termasuk mengucapkan kata-kata untuk cara berbicara di depan public yang dapat didengar dengan jelas.

Yang terakhir terbit tahun lalu isinya 75 artikel dari 10 tahun terakhir dari berita di Koran karena usia saya sudah 75 tahun. Menulis itu lihat kebutuhan masyarakat.

Bagaimana buah pikir tentang kualitas originalitas dari ke khasan  tulisan Romo Tondo ?  Ciri khasnya adalah “Kekritisan”, seperti  tulisan keluarga besar Romo Tondo juga terlihat adanya kekhasan bahasa “Kritis” tersebut. Juga sebagai Wartawan Internasional sejak 1994 sebagai Ambasador journalis terdaftar di Genewa.

Saran-saran dalam  menulis buku adalah Janganlah mengandaikan diri penulis itu merasa orang pintar, melainkan anggaplah penulis itu mampu menulis dengan bahasa untuk bisa dibaca oleh orang yang berada level SMP (Sekolah Menengah Pertama).

Ada kata mutiara dalam bahasa Inggris dari “Jhon Bogard” :
When a dog bite a man is normal or but when a man bite dogs is exciting. Artinya adalah biasa anjing menggigit manusia dan bila beritanya manusia mengigit anjing itu adalah hal yang tidak biasa kalau ditulis menjadi berita yang akan dicari orang.

Romo Tondo anggota Penerbit Buku Katolik dan bisa membeli buku Katolik dengan diskon sampai 35%. Hayoo siapa mau membeli buku dengan harga diskon?!!!!

Bagaimana tanggapan Romo Tondo terhadap unsur karakter menulis buku agama katolik dengan syarat adanya legalisasi ”Imprimatur” ?  Tentang segala hal mengenai  Iman dan moral itu adalah ”Deposito Vitae” – KEBANGKITAN yang diberikan kepada Gereja untuk dilindungi itu HARUS SATU dengan ajaran yang telah diberikan oleh para rasul Yesus Kristus. Jadi semua hal yang bertentangan, misalnya topik ”Akhir Jaman” perlu dihindarkan, karenanya Romo Tondo lebih suka menulis buku bukan buku dengan topik tentang agama Katolik.

Akhirnya, Seperti layaknya ”Gajah mati meninggalkan Gading”, maka Manusia yang berilmu akan mati meninggalkan buah karya terbaik dari buku yang ditulisnya.

Semoga sharing ini menjadi awal wawasan baru dalam menulis buku dan semoga di masa mendatang lebih banyak orang yang lebih cinta pada buku dan mau menulis buku.

Aplauus untuk Romo Tondo … Bravo…….

About iskasurabaya09

social blog
This entry was posted in ARTIKEL, fokat oktober 09. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s