Sekilas info

LEKTOR

Di kalangan kita sudah dikenal “Lektor” untuk petugas bacaan pertama dan kedua. Ada pula yang memunculkan istilah “Lektris” untuk perempuan.
Cara membacakan, khusus untuk bacaan Pertama dan Kedua di banyak gereja lector sering membacakan begini : “Pembacaan Pertama/Kedua dari ……….bab…….ayat……” lalu ada yang membacakan “judul” bacaan itu. Tepatkah? Tidak!
Cukuplah dibaca “Bacaan dari Kitab/Surat…..” Kata “Pembacaan” kurang tepat karena bukan merupakan bentukan kata Indonesia yang benar ( pembacaan adalah segala hal yang terkait dengan proses membaca ). Yang benar adalah “bacaan” yang diambil atau dikutip dari Kitab tertentu. Ayat – ayat juga tidak perlu dibacakan, karena bacaan untuk misa sudah disunting, disesuaikan untuk kepentingan liturgis, tidak persis sama dengan Alkitab.
Apa yang harus dilakukan jemaat? Ketika bacaan Pertama dan Kedua dikumandangkan, jemaat diharapkan mendengarkan dengan baik sambil memandang sang pembaca. Sikap tubuh “duduk” dianggap menunjang tindakan “mendengarkan” ini. Salah satu sikap komunikatif dalam interaksi antar pribadi adalah mendengarkan lawan bicara sambil mendengarkan lawan bicara sambil mendengarkan. Tidak perlu membaca Al kitab atau kertas selebaran, tidak perlu “mencocokkan” antara sabda yang tertulis dan yang dibacakan. Mendengarkan, bukan sekedar mendengarkan!
(Antonius Rusbani, dari buku Lakukanlah ini, sekitar misa kita; C.H Suryanugraha).

About iskasurabaya09

social blog
This entry was posted in ARTIKEL, fokat sept 09 and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s