ROH ISKA

TENTANG ROH ISKA

SERVULUS BOBO RITI;

Saya sangat berterimakasih atas komunikasi maya yang terbangun antar sesama ISKA melalui forum miling list ini. Sejauh ini, banyak gagasan dan pemikiran bahkan perdebatan yang di buka melalui forum maya ini. Di antara itu, banyak juga hal yang terkadang kurang pas untuk dibuka secara maya. Sebagai forum intelektual, seyogyanya kita lebih mengedepankan bagaimana intelektualitas kita menjadi menggereja dan memasyarakat bagi bangsa dan negara dengan selalu menempatkannya pada tataran garam dan terang.
Demikian pula, diskusi mingguan di kalangan ISKA terkadang terlalu mengedepankan topik-topik besar tetapi tidak memberikan hasil yang pragmatis. ISKA mestinya harus lebih berani menggarap isu-isu nasional bahkan regional internasional secara lebih terorganisir melalui diskusi publik terbatas atau diskusi publik terbuka. Dan memberikan jalan keluar atas persoalan2 kebangsaan maupun kenegaraan secara kritis konseptual sehingga memberikan warna yang jelas: ISKA yang meng-Indonesia.  Atau kah saya yang terlalu kampungan karena berasal dari Pulau Sumba…
Servulus Bobo Riti/anak Sumba/simpatisan ISKA Pusat/pns bnp2tki/ tinggal di tangerang

NIKOLAS SIMANJUNTAK;

Bung Servulus dkk ISKA-wan/ti,

Dari membaca milis itu, ternyata Servulus itu tidak juga kampungan, tapi orisinil seperti susu kuda liar dari Sumba itu ya… He he he… Bahasa kerennya ISKA itu kan forum “Kerasulan Intelektual dan Profesional” jadi seharusnya tidak dikotomis Gereja dan Masyarakat. Sebab Gereja bukan ranah yang terpisah dari masyarakat. Garam dan terang pun seyogianya tidak dimonopoli, karena Gereja juga perlu menimba pengalaman kearifan dan kebijaksanaan bahkan kebenaran yang ada di luarnya dan sebaliknya. Ranah intelektualitas dan profesionalitas seyogianya serupa juga tak membedakan kedua bidang Gereja dan Masyarakat. Tetapi bisa jadi Gereja sebagai Oasis menimba INSPIRASI, MOTIVASI, ANIMASI, dan PENDAMPINGAN penuh KASIH terhadap suka duka lara pergumulan kaum intelektual dan profesional. Juga intelektualitas dan profesionalitas bukan sekedar disiplin ilmu dan izajah kesarjanaan atau sekedar posisi jabatan dan pangkat profesional… Oleh sebab itu, seyogianya di ISKA itu setiap intelektual harus sungguh menguasai disiplin ilmu dan profesinya sedalam-dalamnya (duc in altum, in depth) dan seluas-luasnya (broadening) hingga ketemu akar sangat mendasar makna dan tujuan sejatinya ilmu dan profesinya itu sendiri. Boleh saja itu dikatakan sebagai dasar filsafat dan moral dari displin ilmu dan profesi tsb., lalu dari dasar mendalam-meluas itulah yang diurun-bagikan (sharing) sebagai kesaksian pengalaman hidup dan pergumulan intelektual profesional bersama-sama dengan Rekan-rekan lain yang serupa disiplin profesi sekaligus berbarengan dengan mereka dari yang berbeda disiplin profesi. Dimana itu bisa dilakukan? Seyogianya itulah ISKA sebagai forumnya, sehingga berbeda kultur sosietas dengan forum lain-lain yang profan (karena di ISKA ada INSPIRASI, MOTIVASI, ANIMASI, dan PENDAMPINGAN Kasih yang berbeda)… Lalu, apakah dari situ akan ada solusi bagi publik dan bagi peserta Forum ISKA? Seyogianya dengan sendirinya akan ada, tergantung motivasi, inspirasi, dan animasi ketika forum bersama lintas profesi-intelektual itu diorganisasikan… Namun sekurang-kurangnya di dalam forum seperti itu akan hadir Roh yang menggerakkan, yakni Roh yang tidak bisa dimanajemen, Roh yang tak bisa dikurung disiplin profesi, Roh yang maunya terbang kemana Dia mau, yaitu ke tempat dimana Kasih ada disitu Dia ada… Ubi Caritas est Ibi Deus est… Lalu setiap ISKA-wan/ti diharapkan membawa ROH itu ke dalam pergumulan profesi intelektualitas masing-masing… dan seterusnya…. Selamat ber-ISKA…
Nikolas Simanjuntak

FV FARIDA :

dear saudara dlm kristus,
setuju dgn email di atas.

menjelang pemilu hingga pemilu legislatif telah usai, email2 di forum ini mayoritas membahas topik2 panas seperti ttg pemilu, politik, caleg, dll.

saya yakin para senior ISKA bisa berbuat lebih banyak dari itu. jika bapak/ibu adalah para pengusaha yg terhormat, tidak-kah bapak/ibu tergerak utk meng-karya-kan saudara2 kita dgn menampung mereka bekerja di perusahaan bapak/ibu sekalian?

hari sabtu dan minggu lalu saya ke jakarta, sengaja naik KRL, sudah bagus sang masinis tidak lagi bersedia menerima saya masuk ke ruang masinis dgn memberi uang lebih… sampai di beos ternyata ada group pengamen yang menyanyikan lagu rohani kristiani, sejuk…

salam,

fv farida

About iskasurabaya09

social blog
This entry was posted in mailing list and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s